Dari Tanah Kembali Ke Tanah

Slowbrick

Slowbrick merupakan bata interlock (saling kait) yang terbuat dari tanah tanpa dibakar yang diadopsi dari ISSB (Interlocking Stabilized Soil Blocks) yang banyak dikembangkan di Afrika dan India. Slowbrick merupakan lanjutan eksplorasi jenis tanah Jatiwangi selain tanah liat yang umum dipakai untuk membuat genteng dan bata terakota. Jenis yang kami pakai ini umumnya dikenal sebagai tanah urugan, berwarna merah atau kuning, yang jarang digunakan sebagai bahan material dari produk dan lebih sering digunakan sebagai penimbun atau urugan pada proyek-proyek pembangunan seperti jalan tol atau pabrik. Bahkan tanah ini cenderung dilihat sebagai tanah buangan yang tak bernilai. Kandungan materialnya yang tidak terlalu plastis atau hanya sedikit mengandung tanah liat membuat tanah ini sulit untuk dibentuk dan dibakar, sehingga sulit menjadi produk terakota.

Proses pembuatan Slowbrick hanya menggunakan teknologi sederhana, yakni mesin cetak manual. Proses cetak menjadikan slowbrick sebagai bata yang lebih ramah lingkungan karena ia tak memerlukan bahan bakar. Desain bata yang bersifat saling mengunci satu sama lain dengan ukuran tiga kali lipat bata biasa juga dibayangkan dapat menghemat bahan baku semen ketika pemasangan.

JPG07380

Uji coba penerapan pertama dari slowbrick ini adalah rumah sekaligus studio dari Badan Kajian Pertanahan.

All work on this site is licensed under an Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Creative Commons License.