Dari Tanah Kembali Ke Tanah

Mother Bank

Seperti metode kerja BKP lainnya : memimikri institusi, kali ini kami berperan sebagai Bank informal yang jumlahnya banyak sekali di kampung-kampung. Umumnya warga mengenali mereka sebagai bank keliling atau Bank Emok, dengan sasaran utama ibu-ibu, dan bunga pinjaman sebesar 20%. Selama pandemi yang berat, Bank Emok semacam ini menjadi sumber harapan bagi Ibu-ibu yang sebagian besar suaminya adalah pekerja lepas harian, meskipun mereka tau bunga 20% yang dikenakan teramat tinggi.

Bank yang didirikan sejak awal 2021 ini difungsikan sebagai dana pengaman ekonomi ibu-ibu di Kampung Wates. Bank ini dikelola secara bersama-sama dengan bunga pinjaman nol %. Meskipun prosedur Mother Bank dibuat mirip layaknya Bank Emok, apa yang membedakan Mother Bank adalah fungsi utamanya bagi Ibu-ibu di Kampung untuk belajar, berbagi, tumbuh, mencipta, bergerak, secara bersama-sama. Ali-alih membayar bunga sebesar 20% seperti bank keliling lainnya, Ibu-ibu diminta untuk berinvestasi waktu dan tenaga yang ketika dikonversikan adalah setara dengan 20% bunga pinjaman.

Salah satu kegiatan yang kami lakukan bersama sejak awal tahun 2021 hasil investasi waktu dan tenaga ibu-ibu adalah menanam singkong dengan metode Supranatural Farming di satu lahan tak terpakai di Kampung. Singkong ini diolah menjadi tepung mocaf, tepung bebas gluten dari singkong yang memiliki tekstur dan fungsi pengganti tepung terigu, yang saat ini merupakan bahan makanan impor terbesar. Selain itu, kami juga membentuk sebuah kelompok musik Mother Band, yang liriknya menyuarakan persoalan hidup sehari-hari di Kampung, juga bagaimana hidup di tengah persoalan sengketa tanah.

All work on this site is licensed under an Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Creative Commons License.