PROJECT
Dari Tanah Kembali Ke Tanah

LAND CULTURAL CERTIFICATE SIGNING PROCESSION

Hari Jumat 01 Maret 2019, Kantor Staff Presiden yang diwakili oleh Bambang Suryadi dari Deputi IV – Tim Ahli Bidang Komunikasi Politik menandatangani Monumen Sertipikat Kebudayaan Tanah sebagai bentuk pengakuan Negara atas apa yang dilakukan warga.

Peristiwa ini diawali oleh pemaparan strategi politik dalam memperolehan kembali hak milik atas tanah warga 8 Desa oleh Badan Kajian Pertanahan dan Bapak Bambang Suryadi. Kemudian pembacaan puisi oleh Bapak Iing Solihin yang dilanjutkan dengan Istighosah yang dipimpin oleh Ustadz Da’um. 

Puncak dari peristiwa ini adalah pembacaan sekaligus penandatanganan “Deklarasi Wakare” oleh Perwakilan Warga 8 Desa (Kepala Desa Jatisura, Kepala Desa Kertasari, Kepala Desa Cibogor, Kepala Desa Salawana, serta Tokoh Masyarakat Kampung Wates) dan Bambang Suryadi yang didukung oleh Kantor Staff Presiden untuk sama-sama berkomitmen menghidupi tanah dan kebudayaannya dengan sebaik-baiknya, memperjuangkan hak hidup diri dengan membuat desanya lebih bermartabat, serta mengawal terus hingga selesai kasus sengketa tanah antara warga 8 Desa dengan TNI-AU Lanud Sugiri Sukani, terutama terkait dengan Reforma Agraria yang harus segera dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat.

Acara diakhiri dengan penandatanganan monumen Sertipikat Kebudayaan Tanah serta penyerahan Tasbih Tanah yang dibuat dari 8 Desa.

project
Dari Tanah Kembali Ke Tanah

LAND CULTURAL CERTIFICATE SIGNING PROCESSION

Hari Jumat 01 Maret 2019, Kantor Staff Presiden yang diwakili oleh Bambang Suryadi dari Deputi IV – Tim Ahli Bidang Komunikasi Politik menandatangani Monumen Sertipikat Kebudayaan Tanah sebagai bentuk pengakuan Negara atas apa yang dilakukan warga.

Peristiwa ini diawali oleh pemaparan strategi politik dalam memperolehan kembali hak milik atas tanah warga 8 Desa oleh Badan Kajian Pertanahan dan Bapak Bambang Suryadi. Kemudian pembacaan puisi oleh Bapak Iing Solihin yang dilanjutkan dengan Istighosah yang dipimpin oleh Ustadz Da’um. 
Puncak dari peristiwa ini adalah pembacaan sekaligus penandatanganan “Deklarasi Wakare” oleh Perwakilan Warga 8 Desa (Kepala Desa Jatisura, Kepala Desa Kertasari, Kepala Desa Cibogor, Kepala Desa Salawana, serta Tokoh Masyarakat Kampung Wates) dan Bambang Suryadi yang didukung oleh Kantor Staff Presiden untuk sama-sama berkomitmen menghidupi tanah dan kebudayaannya dengan sebaik-baiknya, memperjuangkan hak hidup diri dengan membuat desanya lebih bermartabat, serta mengawal terus hingga selesai kasus sengketa tanah antara warga 8 Desa dengan TNI-AU Lanud Sugiri Sukani, terutama terkait dengan Reforma Agraria yang harus segera dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat.

Acara diakhiri dengan penandatanganan monumen Sertipikat Kebudayaan Tanah serta penyerahan Tasbih Tanah yang dibuat dari 8 Desa.

All work on this site is licensed under an Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Creative Commons License.
All work on this site is licensed under an Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Creative Commons License.