PROJECT
Dari Tanah Kembali Ke Tanah

A MOVING HOUSE DAY 2018

Setiap tahunnya kami bersama masyarakat Kampung Wates menggelar “Hari Gotong Rumah”. Sebuah tradisi menggotong rumah yang dilakukan warga sebagai upaya untuk menjaga dan mempertahankan kebudayaan tanah melalui aktifitas seni dan budaya. Peristiwa ini juga bertepatan dengan Hari Jadi Desa Jatisura yang ke-116. Tradisi ini berangkat dari sejarah Kampung Wates yang pada tahun 1943 harus mengungsi dan menggotong rumah mereka ke Dusun tetangga karena merasa tidak aman tinggal di dekat lapangan udara yang dibuat oleh Jepang. Setelah Jepang kalah oleh sekutu, masyarakat Kampung Wates kemudian menggotong kembali rumah-rumah mereka untuk kembali ke kampungnya, tanah kelahiranya. Peristiwa pendudukan kembali Kampung Wates inilah yang kami peringati dan menjadi tradisi. Peristiwa ini menjadi penting untuk terus kami lakukan sebagai upaya membuat klaim secara kultural atas tanah kami yang sejak tahun1950 diklaim oleh pihak TNI AU.

Acara ini akan diawali dengan menggotong rumah oleh seluruh warga Dusun Wates, dilanjutkan dengan Pidato Kebudayaan, kemudian Istigosah dan pembacaan shalawat sambil mengelilingi “Tumpeng Tanah” berdiameter 1,5 meter yang kemudian akan diserahkan secara simbolis oleh sesepuh Kampung Wates kepada perwakilan generasi muda. 

project
Dari Tanah Kembali Ke Tanah

A MOVING HOUSE DAY 2018

Setiap tahunnya kami bersama masyarakat Kampung Wates menggelar “Hari Gotong Rumah”. Sebuah tradisi menggotong rumah yang dilakukan warga sebagai upaya untuk menjaga dan mempertahankan kebudayaan tanah melalui aktifitas seni dan budaya. Peristiwa ini juga bertepatan dengan Hari Jadi Desa Jatisura yang ke-116. Tradisi ini berangkat dari sejarah Kampung Wates yang pada tahun 1943 harus mengungsi dan menggotong rumah mereka ke Dusun tetangga karena merasa tidak aman tinggal di dekat lapangan udara yang dibuat oleh Jepang. Setelah Jepang kalah oleh sekutu, masyarakat Kampung Wates kemudian menggotong kembali rumah-rumah mereka untuk kembali ke kampungnya, tanah kelahiranya. Peristiwa pendudukan kembali Kampung Wates inilah yang kami peringati dan menjadi tradisi. Peristiwa ini menjadi penting untuk terus kami lakukan sebagai upaya membuat klaim secara kultural atas tanah kami yang sejak tahun1950 diklaim oleh pihak TNI AU.

Acara ini akan diawali dengan menggotong rumah oleh seluruh warga Dusun Wates, dilanjutkan dengan Pidato Kebudayaan, kemudian Istigosah dan pembacaan shalawat sambil mengelilingi “Tumpeng Tanah” berdiameter 1,5 meter yang kemudian akan diserahkan secara simbolis oleh sesepuh Kampung Wates kepada perwakilan generasi muda. 

All work on this site is licensed under an Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Creative Commons License.
All work on this site is licensed under an Attribution-Noncommercial-Share Alike 3.0 Creative Commons License.